Budaya Administrasi Kependudukan di Daerah Istimewa Yogyakarta

Created By :
Biro Tata Pemerintahan Setda DIY
Kompleks Kepatihan, Danurejan, Yogyakarta, Indonesia
Tlp/Fax. (+62) 274-580818

Referer :

Login Pengguna





Login Kabupaten/Kota
:
:



Statistik User
Jumlah User: 2967
Hari Ini
Login: 4
Daftar: 4
Kemarin Rabu
Login: 15
Daftar: 7
Kemarin Selasa
Login: 9
Daftar: 9
Kemarin Senin
Login: 14
Daftar: 10
Kemarin Minggu
Login: 9
Daftar: 5
Kemarin Sabtu
Login: 7
Daftar: 5
Kemarin Jumat
Login: 6
Daftar: 5
Kemarin Kamis
Login: 7
Daftar: 3



Pekerjaan User
Pelajar/Mahasiswa: 1954
Peneliti/Dosen: 91
ASN/TNI/POLRI: 163
Konsultan/NGO: 46
Perangkat Desa: 129
BUMN/BUMD: 28
Marketing: 37
LBH/Advokad: 6
Wiraswasta: 152
Perbankan: 20

Keperluan User
Akademik: 1490
Laporan Kedinasan: 179
Penelitian/Pengkajian: 549
Data Pembanding: 155
Pemetaan Konsumen: 65
Laporan: 380


Kunjungan Bulan ini
Forum komunikasi petugas registrasi Desa/Kelurahan

Desa Hargotirto, berkata :
@admin : dengan adanya pengembangan wilayah di daerah dan data wilayah pengembangan belum masuk ke dalam aplikasi ini, menyebabkan kami tidak bisa kontinyu memakai aplikasi ini, khususnya proses pindah. Adakah solusi? Karena selama ini kami harus menggunakan dua form pindah penduduk, satu form aplikasi ini, yang lain pakai form manual (untuk daerah tujuan pindah yang belum ada dalam data base).

Desa Hargotirto, berkata :
@GIRITIRTO : kami juga pernah mengalami hal semacam itu. Pada kasus kami ternyata masalah pada PC kami, karena pada keesokan harinya normal sendiri. Jadi mungkin memang butuh komputer khusus untuk aplikasi ini. Kita tunggu jawaban dari admin.

GIRITIRTO, berkata :
Pak,,beberapa hari ini setiap klik STATISTIK ^Statistik Jumlah Penduduk Saat Ini^ selalu berubah-ubah, terakhir jumlah penduduk nol. Sebelumnya sudah import data basis online. terima kasih

admin, berkata :
@ Desa Tirtoadi: Sudah jalan. Memang sempat off selama beberapa minggu karena ada migrasi server.

admin, berkata :
@ Giritirto: Sudah aktif.

desa tirtoadi, berkata :
Pak mau tanya pada saat import basis data online kok gak jalan. cuma berhenti di masuk server. terima kasih

GIRITIRTO, berkata :
Pak, kami sudah bisa login Import Basis Data secara Online, tetapi kemudianterdapat keterangan ^Ada Belum Aktif^. Mohon bantuannya. Terima kasih

SIDOKARTO, berkata :
daffazulfa@gmail.com

admin, berkata :
@ Sri Hardono: Pendaftaran secara online harus ditindaklanjuti dengan pangajuan surat permohonan ditandatangani kepala desa. Setelah itu baru akan kami aktifkan. Surat itu tidak perlu Anda bawa ke kantor Biro Tapem tetapi cukup discan lalu kirim ke alamat email rotapemdiy.kependudukan@gmail.com. Nomor kontak kami, 0274-580818.

SRI HARDONO, berkata :
BW DK yang secara online. mohon bantuanya

<<< Selengkapnya >>>

GPS dan Google Map
Koordinat Kantor Pemerintahan


Mengagumkan


Budaya Administrasi Kependudukan di Daerah Istimewa Yogyakarta

Budaya Administrasi Kependudukan di Daerah Istimewa Yogyakarta


1. Latar Belakang
a. Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) merupakan sistem bersifat nasional memiliki nilai strategis untuk penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, perlu pengelolaan SIAK secara terkoordinasi, terpadu dan berkesinambungan. SIAK diarahkan untuk mewujudkan komitmen Budaya Administrasi Kependudukan yang dalam pelaksanaan Administrasi Kependudukan merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, karena terkait dengan kepastian hukum (pengakuan negara) terhadap status kependudukan/ warga negara seseorang, implikasi dan relasinya mengenai, misal : kelahiran, perkawinan, perceraian, kematian, Kartu Tanda Penduduk (KTP), mutasi domisili penduduk dan lain sebagainya. Satu hal vital untuk menghasilkan data penduduk yang akurat dan mutakhir merupakan pelaksanaan dari pelayanan administrasi kependudukan (peristiwa kependudukan dan peristiwa penting penduduk) di kabupaten/kota yang terkonsolidasi dengan data pusat di Kementerian Dalam Negeri, hal itu agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk perencanaan dan pengambilan kebijakan publik atau untuk keperluan akademis.
Data penduduk yang menyangkut penduduk dengan berbagai karakteristiknya merupakan salah satu data pokok yang amat diperlukan untuk berbagai kepentingan, seperti dalam menganalisa dan merumuskan kebijakan kependudukan, menganalisa dan merumuskan perencanaan pembangunan di segala bidang, misalnya : data pemilih Pemilu, kebutuhan mengenai sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, keluarga berencana dan lain-lain. Setiap bidang pembangunan membutuhkan karakteristik pokok penduduk yang rinci seperti : susunan umur, persebaran penduduk, jenis kelamin, tingkat pendidikan, kesejahteraan dan sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut sudah tentu data yang tersedia haruslah akurat, lengkap dan mutakhir dengan sistem pelaksanaan yang berkesinambungan. Hal ini dapat diperoleh melalui pelaksanaan SIAK secara terpadu mulai dari desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi sampai dengan pemerintah pusat (Kementerian Dalam Negeri).


b. Proses terwujud database kependudukan yang realiable dan valid (nyata dan akurat), merupakan pelaksanaan SIAK nasional secara real time on-line terus-menerus dan berkelanjutan. Sekarang ini 505 Kabupaten/Kota se-Indonesia dilakukan konsolidasi database kependudukan secara intensif dengan data pusat di Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri melalui pengintegrasian dengan perekaman biometrik KTP-elektronik secara nasional, untuk terbangun database kependudukan nasional.


c. Tiga Wujud Kebudayaan menurut Prof. Dr. Koentjaraningrat (1979: 186-187). Pertama wujud kebudayaan sebagai ide, gagasan, nilai, atau norma. Kedua wujud kebudayaan sebagai aktifitas atau pola tindakan manusia dalam masyarakat. Ketiga adalah wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. Wujud kebudayaan yang pertama berbentuk abstrak, sehingga tidak dapat dilihat dengan indera penglihatan. Wujud ini terdapat di dalam pikiran masyarakat. Ide atau gagasan banyak hidup bersama dengan masyarakat. Gagasan itu selalu berkaitan dan tidak bisa lepas antara yang satu dengan yang lainnya. Keterkaitan antara setiap gagasan ini disebut sistem. Koentjaraningrat mengemukakan bahwa kata “adat‟ dalam bahasa Indonesia adalah kata yang sepadan untuk menggambarkan wujud kebudayaan pertama yang berupa ide atau gagasan ini. Sedangkan untuk bentuk jamaknya disebut dengan adat istiadat (1979: 187). Wujud kebudayaan yang kedua disebut dengan sistem sosial (Koentjaraningrat, 1979: 187). Sistem sosial dijelaskan Koentjaraningrat sebagai keseluruhan aktifitas manusia atau segala bentuk tindakan manusia yang berinteraksi dengan manusia lainnya.
Aktifitas ini dilakukan setiap waktu dan membentuk pola-pola tertentu berdasarkan adat yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Tindakan-tindakan yang memiliki pola tersebut disebut sebagai sistem sosial oleh Koentjaraningrat. Sistem sosial berbentuk kongkrit karena bisa dilihat pola-pola tindakannya dengan indra penglihatan. Kemudian wujud kebudayaan yang ketiga kebudayaan disebut dengan kebudayaan fisik (Koentjaraningrat, 1979: 188). Wujud kebudayaan ini bersifat konkret karena merupakan benda-benda dari segala hasil ciptaan, karya, tindakan, aktivitas, atau perbuatan manusia dalam masyarakat.
Selaras dengan hal itu dalam budaya di Yogyakarta, terdapat tradisi : tedhak sitèn, mitoni (terkait kelahiran), nyewu atau peringatan seribu hari meninggal, tradisi perkawinan yang sakral, juga adanya tradisi pembuatan serat kekancingan atau sertifikat silsilah keluarga kraton Yogyakarta. Hal itu dikatakan oleh Raden Wedana Murtiwandowo (22 November 2008 “Tepas Darah Dalem, Kraton Yogyakarta”) bila kita mengerti asal-usul, maka kita akan menjaga tindak-tanduk (tingkah-laku, etika), sikap dan perbuatan, karena kita keturunan dari orang yang punya martabat atau bukan orang sembarangan. Juga disebutkan hal itu untuk mengurus warisan dengan mengetahui silsilah keluarga. Tujuan lainnya, supaya tidak kepaten obor (kehilangan jejak) atau bisa mengumpulkan balung pisah (merunut atau menyatukan) keluarga. Hal itu akan sangat kondusif untuk mendorong terwujudnya “Budaya Administrasi Kependudukan” yang pada gilirannya dapat mewujudkan tertib Administrasi Kependudukan di Daerah Istimewa Yogyakarta.


d. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, menganut beberapa asas, antara lain: pada penjelasan Pasal 4 huruf c, bahwa yang dimaksud dengan “asas demokrasi” adalah adanya pengakuan, penghargaan, dan persamaan hak asasi manusia secara universal. Penjelasan Pasal 4 huruf e, bahwa yang dimaksud dengan “asas efektivitas pemerintahan” adalah asas pemerintahan yang berorientasi pada rakyat, transparan, akuntabel, responsif, partisipatif, dan menjamin kepastian hukum. Kemudian pada Penjelasan Pasal 4 huruf f, bahwa yang dimaksud dengan “asas kepentingan nasional” adalah pengaturan mengenai Keistimewaan DIY harus sekaligus melayani kepentingan Indonesia, dan sebaliknya. Kemudian pada Penjelasan Pasal 4 huruf g, yang dimaksud dengan “asas pendayagunaan kearifan lokal” adalah menjaga integritas Indonesia sebagai suatu kesatuan sosial, politik, ekonomi, budaya, pertahanan dan keamanan, serta pengakuan dan peneguhan peran Kasultanan dan Kadipaten tidak dilihat sebagai upaya pengembalian nilai-nilai dan praktik feodalisme, melainkan sebagai upaya menghormati, menjaga, dan mendayagunakan kearifan lokal yang telah mengakar dalam kehidupan sosial dan politik di Yogyakarta dalam konteks kekinian dan masa depan.


e. Dalam Pasal I angka 12 Pasal 58 ayat (4) Undang Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, Data Kependudukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) yang digunakan untuk semua keperluan adalah Data Kependudukan dari Kementerian yang bertanggung jawab dalam urusan pemerintahan dalam negeri, antara lain untuk pemanfaatan : 1) Pelayanan publik; 2) Perencanaan pembangunan; 3) Alokasi anggaran; 4) Pembangunan demokrasi; dan 5) Penegakan hukum dan pencegahan kriminal.


2. Maksud dan Tujuan
Maksud
Optimalisasi peran budaya Yogyakarta dalam proses internalisasi Budaya Administrasi Kependudukan agar berkontribusi mewujudkan Tertib Administrasi Kependudukan yang berujung pada terwujudnya data kependudukan yang akurat di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tujuan
Ketersediaan database dan data kependudukan yang valid dan up to date (akurat, lengkap dan terkini) yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, baik oleh lembaga pemerintah maupun lembaga nonpemerintah seperti penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, Pemilu, untuk keperluan akademis dan pelayanan kepada masyarakat, dengan melalui:
a. Sinergitas penyelenggaraan Administrasi Kependudukan oleh Provinsi, Kabupaten/ Kota, Kecamatan dan Desa/ Kelurahan dalam jaringan komunikasi database kependudukan di DIY.
b. Terwujudnya optimalisasi pelaksanaan Tertib Administrasi Kependudukan oleh lembaga pemerintah dan/atau lembaga nonpemerintah dalam layanan publik di DIY. Pengondisian penduduk agar memiliki dokumen kependudukan sebagai prasyarat untuk mendapat akses layanan publik, karena dokumen kependudukan merupakan alat bukti autentik yang merupakan hak sekaligus wajib dimiliki penduduk. Misal, untuk mengetahui status kewarganegaraan penduduk dibuktikan dengan Akta Kelahiran, status perkawinan dengan Akta Perkawinan atau Surat Nikah, status kependudukan dengan KTP-el. Hal ini penting dilakukan mengingat semua lembaga pemerintah atau lembaga nonpemerintah sangat berperan, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap terwujudnya tertib administrasi kependudukan. Bila lembaga pemerintah atau lembaga nonpemerintah dalam relasinya dengan publik tidak selalu mensyaratkan kepemilikan dokumen kependudukan, maka penduduk merasa tidak urgen untuk memiliki dokumen kependudukan (misal KTP-el atau Akta Kelahiran) yang berdampak pada tingkat kepemilikan dokumen kependudukan penduduk menjadi rendah, dan mengakibatkan rendahnya pula kualitas database kependudukan.

 

Yogyakarta, 29 Desember 2014
Bagian Kependudukan, Biro Tata Pemerintahan Setda DIY





Silahkan login atau daftar untuk mengirim komentar anda

Komentar

Tidak ada komentar