Pemda DIY Mulai Selenggarakan Bimtek SIAK Desa/Kelurahan

Created By :
Biro Tata Pemerintahan Setda DIY
Kompleks Kepatihan, Danurejan, Yogyakarta, Indonesia
Tlp/Fax. (+62) 274-580818

Referer :

Login Pengguna





Login Kabupaten/Kota
:
:



Statistik User
Jumlah User: 3918
Hari Ini
Login: 16
Daftar: 9
Kemarin Senin
Login: 12
Daftar: 6
Kemarin Minggu
Login: 14
Daftar: 6
Kemarin Sabtu
Login: 5
Daftar: 1
Kemarin Jumat
Login: 21
Daftar: 9
Kemarin Kamis
Login: 22
Daftar: 10
Kemarin Rabu
Login: 9
Daftar: 3
Kemarin Selasa
Login: 19
Daftar: 10



Pekerjaan User
Pelajar/Mahasiswa: 2376
Peneliti/Dosen: 126
ASN/TNI/POLRI: 213
Konsultan/NGO: 55
Perangkat Desa: 163
BUMN/BUMD: 36
Marketing: 56
LBH/Advokad: 6
Wiraswasta: 270
Perbankan: 30

Keperluan User
Akademik: 1733
Laporan Kedinasan: 232
Penelitian/Pengkajian: 701
Data Pembanding: 236
Pemetaan Konsumen: 86
Laporan: 733


Kunjungan Bulan ini
Forum komunikasi petugas registrasi Desa/Kelurahan

Desa Hargotirto, berkata :
@sendangagung: silahkan scroll ke bawah bawah, sudah pernah di bahas di forum ini.

sendangagung, berkata :
mohon bantuan cara update database secara online

admin, berkata :
@ Karangsari: Iya

Karangsari Semin, berkata :
@admin : Kalau mau download harus daftar dl ya pak admin

admin, berkata :
@ GIRISEKAR: Problem sudah teratasi di Update 17102017. Silakan download di web kependudukan.jogjaprov.go.id, menu Laminduk

admin, berkata :
@ Desa Hargotirto: Perbaikan BIP dan pencantuman No KK di Submenu Pencarian Penduduk.

Desa Hargotirto, berkata :
@admin: mohon di jelaskan isntalasi update aplikasi tanggal 17 Oktober 2017, matur nuwun

Desa Hargotirto, berkata :
@ AGUS SUYATNO, kami kirim contoh ke alamat email njenengan, semoga manfaat.

AGUS SUYATNO, berkata :
mohon diberukan contoh PERMOHONAN IMPORT BASIS DATA PENDUDUK

GIRISEKAR, berkata :
saya mengalamai kendala buku induk penduduk banyak yang dobel. adakah desa lain yang mengalami??? mohon bimbingannya

<<< Selengkapnya >>>

GPS dan Google Map
Koordinat Kantor Pemerintahan


Mengagumkan


Pemda DIY Mulai Selenggarakan Bimtek SIAK Desa/Kelurahan

Yogyakarta(kependudukan.jogjaprov.go.id)

 

Pemerintahan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta mulai menyelenggarakan Bimbingan Teknis Implementasi SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan) bagi petugas registrasi Desa/Keluarahan se-DIY. Kegitan tersebut merupakan realisasi atas komitmen Pemda DIY bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota untuk merevitalisasi pelayanan administrasi kependudukan di tingkat desa/kelurahan.

 

Bimtek perdana pada tahun ini diselenggarakan di Kabupaten Gunungkidul, Rabu (25/2). Rencananya untuk di Kabupaten Gunungkidul, bimtek akan berlangsung sebanyak 6 kali dengan mengundang petugas registrasi dari 144 desa. Setiap kali bimtek dilakukan selama 2 hari di ruang pertemuan Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul.

 

Setelah Gunungkidul, Bimtek akan diadakan pula di Kabupaten Kulon Progo, Bantul, dan Kota Yogyakarta. Total selama 2015, Bimtek akan menyasar sebanyak 352 desa/kelurahan di empat kabupaten/kota. Khusus untuk Kabupaten Sleman, Bimtek tahun ini tidak ada karena sudah berlangsung tahun lalu.

 

"Ini merupakan tahap awal dari upaya kami memperkenalkan teknologi informasi bagi petugas registrasi di desa. Karena kami ingin desa-desa semakin maju, baik dari sisi pelayanan publik maupun ketersediaan data kependudukan", ujar Kepala Bagian Kependudukan Biro Tata Pemerintahan Setda DIY, Sudewo.

 

Lebih lanjut ia menjelaskan, aplikasi SIAK Desa/Kelurahan memiliki dua tujuan utama. Pertama, memudahkan pelayanan administrasi kependudukan di tingkat desa/kelurahan. Seperti diketahui bersama, selama ini pelayanan administrasi kependudukan masih manual dengan mengisi blangko kosong. Ke depan formulir atau surat keterangan dari desa/kelurahan dicetak secara otomatis sebagai hasil pelayanan melalui aplikasi SIAK. Selain mempercepat pekerjaan petugas regisrasi, sistem ini akan mengurangi potensi manipulasi data. Kedua, memandirikan desa/kelurahan dalam hal kepemilikan data kependudukan. Sebab aplikasi SIAK Desa/Kelurahan telah dilengkapi fasilitas penyajian data statistik yang beragam sehingga berguna untuk perencaaan pembangunan.  

 

"Sejak program KTP-el berlangsung, pelayanan administrasi kependudukan di kecamatan dan kabupaten/kota sudah memanfaatkan teknologi informasi lewat aplikasi SIAK dari Kemendagri. Sementara desa/kelurahan belum (memanfaatkan teknologi informasi). Ini menjadi tantangan, sejauh mana peran pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan di desa/kelurahan. Dan kami akhirnya berpikir bahwa desa/kelurahan perlu mendapatkan sentuhan teknologi informasi yang membantu mereka untuk semakin berkembang," terang Sudewo. (AX)





Silahkan login atau daftar untuk mengirim komentar anda

Komentar

Tidak ada komentar