Buat Akta Kelahiran dan Kematian di Yogya Kini Sudah Online

Created By :
Biro Tata Pemerintahan Setda DIY
Kompleks Kepatihan, Danurejan, Yogyakarta, Indonesia
Tlp/Fax. (+62) 274-580818

Referer :

Login Pengguna





Login Kabupaten/Kota
:
:



Statistik User
Jumlah User: 2816
Hari Ini
Login: 6
Daftar: 4
Kemarin Kamis
Login: 11
Daftar: 6
Kemarin Rabu
Login: 4
Daftar: 3
Kemarin Selasa
Login: 6
Daftar: 5
Kemarin Senin
Login: 8
Daftar: 3
Kemarin Minggu
Login: 2
Daftar: 1
Kemarin Sabtu
Login: 2
Daftar: 2
Kemarin Jumat
Login: 6
Daftar: 4



Pekerjaan User
Pelajar/Mahasiswa: 1881
Peneliti/Dosen: 87
ASN/TNI/POLRI: 150
Konsultan/NGO: 42
Perangkat Desa: 122
BUMN/BUMD: 28
Marketing: 36
LBH/Advokad: 5
Wiraswasta: 135
Perbankan: 20

Keperluan User
Akademik: 1450
Laporan Kedinasan: 167
Penelitian/Pengkajian: 515
Data Pembanding: 140
Pemetaan Konsumen: 63
Laporan: 341


Kunjungan Bulan ini
Forum komunikasi petugas registrasi Desa/Kelurahan

Desa Hargotirto, berkata :
@admin : dengan adanya pengembangan wilayah di daerah dan data wilayah pengembangan belum masuk ke dalam aplikasi ini, menyebabkan kami tidak bisa kontinyu memakai aplikasi ini, khususnya proses pindah. Adakah solusi? Karena selama ini kami harus menggunakan dua form pindah penduduk, satu form aplikasi ini, yang lain pakai form manual (untuk daerah tujuan pindah yang belum ada dalam data base).

Desa Hargotirto, berkata :
@GIRITIRTO : kami juga pernah mengalami hal semacam itu. Pada kasus kami ternyata masalah pada PC kami, karena pada keesokan harinya normal sendiri. Jadi mungkin memang butuh komputer khusus untuk aplikasi ini. Kita tunggu jawaban dari admin.

GIRITIRTO, berkata :
Pak,,beberapa hari ini setiap klik STATISTIK ^Statistik Jumlah Penduduk Saat Ini^ selalu berubah-ubah, terakhir jumlah penduduk nol. Sebelumnya sudah import data basis online. terima kasih

admin, berkata :
@ Desa Tirtoadi: Sudah jalan. Memang sempat off selama beberapa minggu karena ada migrasi server.

admin, berkata :
@ Giritirto: Sudah aktif.

desa tirtoadi, berkata :
Pak mau tanya pada saat import basis data online kok gak jalan. cuma berhenti di masuk server. terima kasih

GIRITIRTO, berkata :
Pak, kami sudah bisa login Import Basis Data secara Online, tetapi kemudianterdapat keterangan ^Ada Belum Aktif^. Mohon bantuannya. Terima kasih

SIDOKARTO, berkata :
daffazulfa@gmail.com

admin, berkata :
@ Sri Hardono: Pendaftaran secara online harus ditindaklanjuti dengan pangajuan surat permohonan ditandatangani kepala desa. Setelah itu baru akan kami aktifkan. Surat itu tidak perlu Anda bawa ke kantor Biro Tapem tetapi cukup discan lalu kirim ke alamat email rotapemdiy.kependudukan@gmail.com. Nomor kontak kami, 0274-580818.

SRI HARDONO, berkata :
BW DK yang secara online. mohon bantuanya

<<< Selengkapnya >>>

GPS dan Google Map
Koordinat Kantor Pemerintahan


Mengagumkan


Buat Akta Kelahiran dan Kematian di Yogya Kini Sudah Online

Yogyakarta:   Pemerintah Kota Yogyakarta tahun ini melakukan terobosan dengan merintis pembuatan aplikasi pencatatan pelayanan akta kelahiran dan kematian secara online. Aplikasi ini dikelola langsung oleh pusat kendali server milik pemerintah.

“Lewat sistem ini, warga bisa mendaftarkan akta kelahiran dan kematian anggota keluarganya dari mana dan kapan pun pun, tak perlu bolak-balik kantor pemerintah,” kata  Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta, Sisruwadi Senin 22 Juni 2015.

Menurut Sisruwadi, sejumlah peralatan untuk menyiapkan sistem pelayanan pencatatan akta ini sudah ada. Pemerintah hanya tinggal melelang pembuatan aplikasi ini untuk segera ditanamkan dalam sistem dengan pihak ketiga.

“Secepatnya kami lakukan lelang dan aplikasi itu bisa rampung akhir tahun ini juga. Tahun 2016 mulai disosialisasikan kepada warga,” kata  Sisruwadi. Namun  ia belum mau menyebutkan berapa anggaran untuk proyek ini.

Menurut Sisruwadi, pihaknya berani melakukan terobosan dalam pembuatan akta secara online  karena sejak tahun ini pun pemerintah kota juga telah merintis pembangunan pusat server terpadu yang ditempatkan di komplek balaikota Yogyakarta. Pemkot  menggandeng Lembaga Sandi Negara dalam  pembangunan pusat server dan pusat data   guna menjamin keamanan data.

Sisruwadi menilai, program layanan pembuatan akta kelahiran dan kematian online ini relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan yang pergerakannya cukup cepat dan sebagian besar sudah melek teknologi. Pembuatan akta kelahiran dan kematian yang mensyaratkan banyak dokumen, seringkali menjadi penghambat gerak warga saat mengurus layanan ini karena sering bolak-balik saat ada dokumen tak lengkap.

“Dengan aplikasi ini nantinya warga cukup bermodal perangkat dengan jaringan internet, mendaftarkan akta yang dibuat, setelah diumumkan jadi maka tinggal datang ke kantor pemerintah untuk mengambilnya,” ujarnya.

Menurut Sisruwadi, kelengkapan dokumen untuk layanan online ini menggunakan mekanisme scanning dan unggah ke aplikasi. “Bisa cukup modal telepon pintar dengan sambungan internet dan bisa mengurus akta secara cepat.”

Tahun ini Pemkot Yogyakarta  menargetkan kepemilikan akta kelahiran  bisa mencapai 92 persen. Termasuk bagi warga usia tua di atas 30 tahun yang masih belum memiliki akta kelahiran.

Kepala Bagian Teknologi Informasi dan Telematika (TIT) Pemerintah Kota Yogyakarta Sukadarisman mengatakan pembangunan pusat server dan pusat data  salah satunya memang untuk mem-backup pengelolaan data Dinas kependudukan dan Catatan Sipil. Selain itu juga untuk mem-backup data Dinas Pajak Daerah dan Pengelolaan Keuangan (DPDPK) Kota Yogyakarta (melindunghi data wajib pajak), dan Dinas Perizinan.

“Pusat server dan pusat data  ini fungsi utama untuk pengamanan data secara berlapis, jika tiba-tiba ada gangguan fisik maupun non fisik seperti bencana alam atau hacker,” ujarnya.

Pusat data ini didukung perangkat server high-end. Misalnya penggunaan mesin pemroses (processor) berbasis teknologi quadcore dengan kapasitas memori dalam satuan terabyte. Sedangkan pendingin server dirancang dengan model aliran dari bawah dan buangan ke atas, minimal menjaga suhu 19 derajad selama 24 jam.

 

(Sumber : www.dukcapil.kemendagri.go.id)





Silahkan login atau daftar untuk mengirim komentar anda

Komentar

Tidak ada komentar